Jumat, 18 Oktober 2013

Kegunaan ekonomi teknik di bidang elektro

kegunaan ekonomi teknik di bidang elektro sangat penting sebab untuk memproduksi alat yang di ciptakan oleh para enginer electro itu perlu perhitungan yang matang sebab bila tidak akan memproleh kerugian untuk perusahaan maka dari itu pentinganya perhitungan dalam melakukan perencanaan dalam ekonomi teknik dalam dunia industri, dan untuk menentukan besaran proyek yang akan ditangani oleh para kontraktor juga perlu adanya pembekalan yang dilakukan oleh para enginer lulusan teknik elektro tentang ekonomi teknik dan banyak lagi yang kita dapat tentang ekonomi teknik di bidang elektro

Pemecahan Masalah

Pemecahan Masalah 
 
Mengenali Masalah
 
John Dewey seorang filsuf Amerika mengatakan “Suatu masalah yang didefinisikan secara benar adalah masalah yang sebagian telah terselesaikan”. Itu berarti hanya masalah yang telah dikenali dengan benarlah yang berpotensi untuk diselesaikan, tanpa mengenali masalah dengan benar kita akan tersesat sehingga solusi yang tepat tidak akan pernah tercapai. Masalah dapat dikenali oleh berbagai pihak terkait, bisa oleh pemilik masalah sebagai pengambil keputusan, pemecah masalah seperti insinyur atau manajer, atau oleh para operator yang langsung berhubungan dengan hal-hal teknis.
Beberapa masalah berikut cocok diselesaikan dengan analisis ekonomi teknis, identifikasi yang mana saja?
Mana yang lebih baik membeli mobil bermesin disel atau bermesin bensin?
Haruskah mesin otomatis dibeli untuk menggantikan tiga orang pekerja manual saat ini?
Apakah bijak menjadwalkan kelas subuh untuk menhindari kemacetan di pagi hari?
Apakah lebih baik anda pindah jurusan ke Teknik Listrik?
Seseorang yang akan anda nikahi bekerja dengan gaji yang rendah, sedangkan yang lain adalah profesional bergaji tinggi, mana yang akan anda pilih?
Menetapkan Tujuan dan Sasaran
Masalah adalah situasi yang menghambat tercapainya suatu tujuan yang telah ditentukan. Di perusahaan masalah utama akan terkait dengan tidak tercapainya profit, dan masalah yang dihadapi para individu umumnya terkait denmenjadgan tidak tercapainya kepuasan. Tujuan-tujuan yang bersifat umum diatas seringkali diuraikan i tujuan yang lebih sempit, spesifik, dan kuantitatif. Misalnya “perusahaan harus membuat

Hubungan Ekonomi Teknik Dengan Elektro

Hubungan Ekonomi Teknik di Bidang Elektro

Hubungan antara ekonomi teknik dengan bidang elektro sangat erat dan saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Jika dalam membentuk usaha dalam bidang elektro yang memerlukan pemecahan masalah dalam aspek ekonomi, maka ekonomi teknik sangat berperan penting dalam hal ini. Jadi masalah yang terjadi dapat diselesaikan dalam bidang elektro melalui analisis ekonomi Teknik.
Pada dasarnya, ekonomi teknik digunakan untuk mencari solusi terbaik dari setiap alternatif-alternatif solusi yang ada. Pada dunia Elektro, pencarian solusi terbaik ini sering kali digunakan saat pembuatan rangkaian, pemilihan alat, pemilihan komponen, perancangan bisnis elektronika, dll.

Kegunaan Ekonomi Teknik di Bidang Elektro

Kegunaannya ekonomi teknik dibidang elektro itu sangat penting terutama agar dapat memperhitungkan biaya dibidang elektro ,sehingga dapat mempertimbangkan biaya dalam suatu proyek kerja dibidang elektro,agar dapat memperoleh keuntungan. Seperti proyek instalasi gedung ataupun membuat robot perlu di perhitungan cermat agar terlihat dengan jelas untung dan rugi proyek tersebut sebelum dilaksanakan proyek tersebut.
Dalam usaha yang dilakukan dalam bidang elektro pasti terdapat aspek-aspek ekonomi yang harus diselesaikan dalam bidang ekonomi. Disinilah analisis ekonomi teknik sangat berperan penting dalam usaha bidang kelistrikan dan lain-lain. Apabila kita membuat sebuah gedung yang sangat banyak alat-alat atau komponen-komponen kelistrikannya, dan hal ini akan sangat rumit dalam permasalahan ekonominya. Maka dalam hal ini analisis ekonomi teknik sangat berguna sekali agar semua alat-alat kelistrikan yang dipakai untuk pembangunan gedung tersebut rapi dan tidak terdapat masalah apapun dalam hal ekonomi.

Tahapan Pengambilan Keputusan

A. Tahap-tahap Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan yang rasional merupakan proses yang komplek. Delapan step rational decision making proses:
1. Mengenal Permasalahan
2. Definisikan Tujuan
3. Kumpulkan Data yang Relevan
4. Identifikasi alternative yang memungkinkan (feasible)
5. Seleksi kriteria untuk pertimbangan alternatif terbaik
6. Modelkan hubungan antara kriteria, data dan alternatif
7. Prediksi hasil dari semua alternatif
8. Pilih alternatif terbaik
Dalam proses pengambilan keputusan, kita tidak dapat dengan mudah melakukan prediksi akan dampak ke depannya. Oleh karena itu, dalam menentukan keputusan kita pun harus memperhatikan prinsip-prinsipnya, antara lain:
Gunakan suatu ukuran yang umum (misal, nilai waktu uang, nyatakan segala sesuatu dalam bentuk moneter ($ atau Rp)
Perhitungkan hanya perbedaannya:
-          Sederhanakan alternatif yang dievaluasi dengan mengesampingkan biaya-biaya umum
-          Sunk cost (biaya yang telah lewat) dapat diabaikan

Evaluasi keputusan yang dapat dipisah secara terpisah (misal keputusan finansial dan investasi)
Ambil sudut pandang sistem (sektor swasta atau sektor publik)
Gunakan perencanaan ke depan yang umum (bandingkan alternatif dengan bingkai waktu yang sama)

B. Faktor-faktor pada Ekonomi Teknik

Faktor Pembayaran Tunggal (Single Payment, F/P dan P/F)
Formula ini dibuat untuk dapat menentukan jumlah uang yang akan datang (F) setelah n tahun (periode) dari investasi tunggal (P).

Faktor Uniform-Series Present Worth Factor dan Capital Recovery Factor (P/A dan  A/P)
Faktor ini bertujuan untuk mencari Pembayaran Tunggal dari investasi seragam yang dilakukan atau pembayaran seragam dari investasi tunggal yang dilakukan.
Sinking Fund Factor dan Uniform-Series Compound-Amount Factor (A/F dan F/A)
Faktor ini bertujuan untuk mencari Pembayaran Tunggal dimasa yang akan datang dari investasi seragam yang dilakukan atau pembayaran seragam dari investasi tunggal yang akan datang yang dilakukan.

Perhitungan Menggunakan Notasi Standar
No    Dicari    Diberikan    Faktor    Persamaan    Formula
1    P    F    (P/F,i,n)    P = F (P/F,i,n)    P = F[1/(1+i)n]
2    F    P    (F/P,i,n)    F = P (F/P,i,n)    F = P(1+i)n
3    P    A    (P/A,i,n)    P = A (P/A,i,n)    P = A{[(1+i)n-1]/i(1+i)n}
4    A    P    (A/P,i,n)    A = P (A/P,i,n)    A = P{i(1+i)n/[(1+i)n-1]}
5    A    F    (A/F,i,n)    A = F (A/F,i,n)    A = F{i/[(1+i)n-1]}
6    F    A    (F/A,i,n)    F = A (F/A,i,n)    F = A{[(1+i)n-1]/i}

C. Bunga
Bunga bank dapat diartikan sebagai batas jasa yang diberikan oleh bank yang berdasarkan prinsip konvensional kepada nasabah yang membeli atau menjual produknya.bunga juga dapat diartikan sebagai harga yang harus dibayar kepada nasabah (yang memiliki simpanan ) dengan yang harus dibayar oleh nasabah kepada bank (nasabah yang memperoleh pinjaman).

Faktor-faktor utama yang memengaruhi besar kecilnya penetapan suku bunga adalah sebagai berikut :
-          kebutuhan dana
-          persaingan
-          kebijakan pemerintah
-          target laba yang diinginkan
-          jangka waktu
-          kualitas jaminan
-          reputasi perusahaan
-          produk yang kompetitif
-          hubungan baik
-          jaminan pihak ketiga

Secara umum ada 2 metode dalam perhitungan bunga yaitu efektif dan flat. Namun dalam praktek sehari-hari ada modifikasi dari metode efektif yang disebut dengan metode anuitas.
Metode Efektif
Metode ini menghitung bunga yang harus dibayar setiap bulan sesuai dengan saldo pokok pinjaman bulan sebelumnya. Rumus perhitungan bunga adalah :

Bunga = SP x i x (30/360)
SP        = saldo pokok pinjaman bulan sebelumnya
i           = suku bunga per tahun
30        = jumlah hari dalam 1 bulan
360      = jumlah hari dalam 1 tahun.

Misalnya, Anda mengajukan kredit dengan jangka waktu 24 bulan sebesar Rp 24.000.000,00 dengan bunga 10% per tahun. Anda berniat melakukan pembayaran pokok pinjaman Rp 1.000.000,00 per bulan sampai lunas. Asumsi bahwa suku bunga kredit tidak berubah (tetap) selama jangka waktu kredit.

Bunga efektif bulan 1 = Rp 24.000.000,00 x 10% x (30 hari/360 hari)
= Rp 200.000,00

Angsuran pokok dan bunga pada bulan 1 adalah
Rp 1.000.000,00 + 200.000,00 = Rp 1.200.000,00

Bunga efektif bulan 2 = Rp 23.000.000,00 x 10% x (30 hari/360 hari)
= Rp 191.666,67

Angsuran pokok dan bunga pada bulan 2 adalah
Rp 1.000.000,00 + 191.666,67 = Rp 1.191.666,67

Angsuran bulan kedua lebih kecil dari angsuran bulan pertama. Demikian pula untuk bulan-bulan selanjutnya, besar angsuran akan semakin menurun dari waktu ke waktu.
Metode Anuitas
Merupakan modifikasi dari metode efektif. Metode ini mengatur jumlah angsuran pokok dan bunga yang dibayar agar sama setiap bulan. Rumus perhitungan bunga sama dengan metode efektif yaitu :

Bunga = SP x i x (30/360)
SP        = saldo pokok pinjaman bulan sebelumnya
i           = suku bunga per tahun
30        = jumlah hari dalam 1 bulan
360      = jumlah hari dalam 1 tahun.

Biasanya Bank memiliki aplikasi software yang secara otomatis menghitung bunga anuitas. Dalam kasus di atas, tabel perhitungan akan muncul sebagai berikut :

Bulan    Saldo    Bunga Anuitas    Angsuran Pokok    Angsuran Total
0    24.000.000    0    0    0
1    23.092.522    200.000    901.478    1.107.478
2    22.177.481    192.438    915.040    1.107.478
Bunga anuitas bulan 1 = Rp 24.000.000,00 x 10% x (30 hari/360 hari)
= Rp 200.000,00
Angsuran pokok dan bunga pada bulan 1 adalah
Rp 907.478,00 + 200.000,00 = Rp 1.107.478,00
Bunga anuitas bulan 2 = Rp 23.092.522,00 x 10% x (30 hari/360 hari)
= Rp 192.438,00
Angsuran pokok dan bunga pada bulan 1 adalah
Rp 915.040,00 + 192.438,00 = Rp 1.107.478,00

menurut analisi pribadi syaa Terlihat bahwa angsuran bulan kedua sama dengan angsuran bulan pertama dan seterusnya dimana besarnya angsuran akan tetap sama sampai dengan selesainya jangka waktu kredit.
Metode Flat
Dalam metode ini, perhitungan bunga selalu menghasilkan nilai bunga yang sama setiap bulan, karena bunga dihitung dari prosentasi bunga dikalikan pokok pinjaman awal. Rumus perhitungannya adalah :
Bunga per bulan = (P x i x t) : jb
P          = pokok pinjaman awal
i           = suku bunga per tahun
t           = jumlah tahun jangka waktu kredit
jb         = jumlah bulan dalam jangka waktu kredit.

Karena bunga dihitung dari pokok awal pinjaman, maka biasanya suku bunga flat lebih kecil dari suku bunga efektif. Dalam contoh kasus di atas misalkan bunga flat sebesar 5,3739 % per tahun.
Bunga flat tiap bulan selalu sama       = (Rp 24.000.000,00 x 5,3739% x 2 ) : 2  = Rp 107.478,00
Angsuran pinjaman bulan 1
Angsuran pokok dan bunga pada bulan 1 adalah
Rp 1.000.000,00 + 107.478,00 = Rp 1.107.478,00
Angsuran pinjaman bulan 2
Angsuran pokok dan bunga pada bulan 2 adalah
Rp 1.000.000,00 + 107.478,00 = Rp 1.107.478,00

DAFTAR PUSTAKA
http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres/B7E418EC-FE5B-49F3-95DC-0F9980F76942/1481/MemahamiBungaKredit.pdf
http://lailastudent.blogspot.com/2010/11/pengertian-bunga-bank.html

Ruang Lingkup Ekonomi Teknin

Ruang Lingkup Ekonomi dan Pelaku Ekonomi

A.Ruang lingkup ekonomi

      I.            Pengertian EKONOMI

Kata “ekonomi” sendiri berasal dari kata Yunani (oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan (nomos), atau “peraturan, aturan, hukum,” dan secara garis besar diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.” Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan.

Menurut  Profesor  P.  A. Semuelson, ilmu ekonomi adalah :

“Suatu  studi  mengenai  individu-individu  dan  masyarakat  membuat pilihan, dengan atau tanpa penggunaan uang, dengan menggunakan  sumber-sumber daya yang terbatas, tetapi dapat digunakan dalam berbagai cara untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa serta mendistribusikannya untuk kebutuhan konsumen, sekarang dan di masa datang, kepada berbagai individu dan golongan masyarakat”.

Teori Ekonomi  dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia. Banyak teori yang dipelajari dalam ilmu ekonomi diantaranya adalah teori pasar bebas, teori lingkaran ekonomi, invisible hand, informatic economy, daya tahan ekonomi, merkantilisme, briton woods, dan sebagainya.

Dengan begitu terjadilah masalah ekonomi dimana terbatasnya sumber kebutuhan manusia. Masalah seperti ini terjadi akibat permintaan akan kebutuhan tersebut, sedangkan daya produksinya tidak bisa memenuhi permintaan.

Ada 3 hal pokok yang ada dalam perekonomian:

1. Produksi

2. Konsumsi

3. Perdagangan









Menurut Dumairy (1966), Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suat tatanan kehidupan, selanjutnya dikatakannya pula bahwa suatu sistem ekonomi tidaklah harus berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan falsafah, padangan dan pola hidup masyarakat tempatnya berpijak.

    Macam – macam Sistem Perekonomian

Macam-Macam Sistem Ekonomi

1. Berdasarkan yang mengatur mekanisme dapat dibedakan menjadi 4 bagian yaitu :

    Sistem Ekonomi Tradisional
    Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)
    sistem ekonomi Komando (Terpusat)
    Sistem Ekonomi Campuran

2. Berdasarkan yang mengatur kepemilikan Aset :

    Sistem Ekonomi Kapitalis
    Sistem Ekonomi Sosialis
    Sistem Ekonomi Campuran

Penjelasan dari masing-masing Sistem Ekonomi :

1. Sistem Ekonomi Tradisional : Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional secara turun temurun dengan hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja.

Ciri dari sistem ekonomi tradisional adalah :

    Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana
    Hanya sedikit menggunakan modal
    Pertukaran dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang)
    Belum mengenal pembagian kerja
    Masih terikat tradisi
    Tanah sebagai tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran

-Kelebihan Sistem Ekonomi Tradisional :

Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat, hubungan antar individu sangat erat

Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak ada beban berat yang harus dipikul

Tidak individualistis

-Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional :

Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah

Mutu barang hasil produksi masih rendah



2. Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas): Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar.

Sistem ini sesuai dengan ajaran dari Adam Smith, dalam bukunya “An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.”

Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah :

    Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal
    Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya
    Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba
    Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta)
    Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar
    Persaingan dilakukan secara bebas
    Peranan modal sangat vital

-Kelebihan Sistem Ekonomi Pasar yaitu :

Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi

Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi

Munculnya persaingan untuk maju

Barang yang dihasilkan bermutu tinggi

Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba

-Kekurangan Sistem Ekonomi Pasar :

Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan

Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal

Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat

Sering terjadi gejolak dalam perekonomian



3. Sistem Ekonomi Komando (Terpusat): Sistem ekonomi komando adalah sistem ekonomi dimana peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian. Pada sistem ini pemerintah menentukan barang dan jasa apa yang akan diproduksi, dengan cara atau metode bagaimana barang tersebut diproduksi, serta untuk siapa barang tersebut diproduksi.

Ciri dari sistem ekonomi Komando adalah :

    Semua alat dan sumber-sumber daya dikuasai pemerintah
    Hak milik perorangan tidak diakui
    Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan perekonomian
    Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah

-Kelebihan Sistem Ekonomi Komando :

Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya

Pasar barang dalam negeri berjalan lancer

Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga

Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan

Jarang terjadi krisis ekonomi

-Kekurangan Sistem Ekonomi Komando :

Mematikan inisiatif individu untuk maju

Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat

Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya



4. Sistem Ekonomi Campuran : Sistem ekonomi campuran merupakan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat, dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi.

Ciri dari sistem ekonomi campuran adalah :

    Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat
    Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah
    Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta.
    Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang Penerapan sistem ekonomi campuran akan mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan komando dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

-Kebaikan sistem ekonomi campuran

Kebebasan berusaha

Hak individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas

Lebih mementingkan umum dari pada pribadi

-Kelemahan sistem ekonomi campuran

Beban pemerintah berat dari pada beban swasta

Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan



5. Sistem Ekonomi Kapitalis : Sistem Ekonomi Kapitalis adalah system ekonomi yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian. Dalam system ini pemerintah dapat ikut campur atau tidak sama sekali dalam system ekonomi ini.

- Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Kapitalis :

    Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi
    Pemilikan alat-alat produksi di tangan individu
    Inidividu bebas memilih pekerjaan/ usaha yang dipandang baik bagi dirinya.
    Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar
    Pasar berfungsi memberikan “signal” kepda produsen dan konsumen dalam bentuk harga-harga.
    Campur tangan pemerintah diusahakan sekecil mungkin. “The Invisible Hand” yang mengatur perekonomian menjadi efisien.
    Motif yang menggerakkan perekonomian mencari laba

-Kelebihan Sistem Ekonomi Kapitalis :

Lebih efisien dalam memanfaatkan sumber-sumber daya dan distribusi barang-barang.

Kreativitas masyarakat menjadi tinggi karena adanya kebebasan melakukan segala hal yang terbaik dirinya.

Pengawasan politik dan sosial minimal, karena tenaga waktu dan biaya yang diperlukan lebih kecil.

-Kekurangan Sistem Ekonomi Kapitalis :

Tidak ada persaingan sempurna. Yang ada persaingan tidak sempurna dan persaingan monopolistik.

Sistem harga gagal mengalokasikan sumber-sumber secara efisien, karena adanya faktor-faktor eksternalitas  (tidak memperhitungkan yang menekan upah buruh dan lain-lain).



6. Sistem Ekonomi Sosialis : Suatu sistem yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah mengatur berbagai hal dalam ekonomi untuk menjamin kesejahteraan masyarakat.

Ciri-ciri Sistem ekonomi sosialis :

    Lebih mengutamakan kebersamaan
    Peran pemerintah aktif
    Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi

-Kelebihan sistem ekonomi Sosialis :

Disediakannya kebutuhan pokok oleh pemerintah

Kegiatan ekonomi didasarkan perencanaan negara

Produksi dikelola oleh Negara

- Kelemahan Sistem Ekonomi Sosialis :

Sulit melakukan transaksi

Membatasi kebebasan

Mengabaikan pendidikan moral



    Mikroekonomi dan Makroekonomi

a. Mikroekonomi

Sementara ilmu ekonomi mikro mempelajari variabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya perusahaan, rumah tangga.

Dalam ekonomi mikro ini dipelajari tentang bagaimana individu menggunakan sumber daya yang dimilikinya sehingga tercapai tingkat kepuasan yang optimum. Secara teori, tiap individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi yang optimum bersama dengan individu-individu lain akan menciptakan keseimbangan dalam skala makro dengan asumsi ceteris paribus.



b. Makroekonomi

Ekonomi makro atau makroekonomi adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan. Makroekonomi menjelaskan perubahan ekonomi yang memengaruhi banyak rumah tangga (household), perusahaan, dan pasar. Ekonomi makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk memengaruhi target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian kesimbangan neraca yang berkesinambungan.

Ilmu ekonomi muncul karena adanya tiga kenyataan berikut :

    Kebutuhan manusia relatif tidak terbatas.
    Sumber daya tersedia secara terbatas.
    Masing-masing sumber daya mempunyai beberapa alternatif penggunaan.

Secara garis besar ilmu ekonomi dapat dipisahkan menjadi dua yaitu ilmu ekonomi mikro dan ilmu ekonomi makro. Pengertian dan perbedaan ekonomi makro dan ekonomi mikro terletak pada ruang lingkup kajian ekonomi.

Perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro

Harga

Ekonomi Mikro: Harga ialah nilai dari suatu komoditas (barang tertentu saja).

Ekonomi Makro: Harga adalah nilai dari komoditas secara agregat (keseluruhan).





   II.            Masalah pokok ekonomi dan pengaruh mekanisme harga

    Masalah Ekonomi Bagi Produsen

Masalah pokoknya adalah masa kelangkaan atau  kekurangan  sebagai akibat dari  ketidak  seimbangnya  antara  kebutuhan  masyarakat  yang  relatif  tidak  terbatas dengan  faktor-faktor produksi yang  tersedia dalam masyarakat yang  relatif  terbatas.

Kegiatan ekonomi dalam suatu masyarakat modern meliputi berbagai  jenis kegiatan produksi, konsumsi dan perdagangan.

    Menentukan barang dan jasa yang harus diproduksi (what to produce).

Karena sumber daya terbatas sementara kebutuhan tidak terbatas, maka tidak semua barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat  dapat diproduksi. Suatu masyarakat ekonomi harus menentukan barang dan jasa apa saja yang akan diproduksi, barang dan jasa mana yang akan diprioritaskan, barang dan jasa apa yang akan diproduksi kemudian, serta barang dan jasa apa yang tidak dapat diproduksi. Ini merupakan masalah bagaimana mengalokasikan sumber daya yang ada (sumber daya alam, manusia, dan modal) ke dalam berbagai sektor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.

    Menentukan cara barang diproduksi (how to produce)

Metode produksi atau teknologi mana yang akan digunakan ? Di sini, diperlukan penggunaan metode produksi atau teknologi yang paling efisien, artinya yang dapat menghasilkan suatu barang dan jasa dengan pengorbanan (atau biaya) yang paling rendah. Ilmu ekonomi memandang teknologi sebagai faktor penting dalam proses produksi. Namun, masih banyak faktor penting yang harus dipertimbangkan, seperti skala produksi, kemampuan manajerial, iklim, kemampuan finansial, dan sikap mental.

    Menentukan untuk siapa barang-barang diproduksi (to whom) ,

Salah ekonomi tentang bagaimana hasil produksi dibagikan adalah masalah tentang keadilan dan pemerataan distribusi. Bagaimana memberi balas jasa atas warga yang bekerja lebih banyak daripada yang lainnya.Masalah distribusi juga terkat dengan pertanyaan bagaimana memberi jaminan kepada sebagian warga yang mendapatkan hasil produksi di dalam ekonomi, sekalipun tidak ikut berproduksi seperti anak-anak sekolah dan orang tua jompo. Keputusan untuk siapa barang dan jasa diproduksi berkaitan erat dengan konsep keadilan masyarakat yang bersangkutan. Bagi masyarakat egaliter, keadilan berarti setiap individu berhak mendapatkan barang dan jasa secara adil dalam jumlah yang sama, tetapi bagi masyarakat utilitarian yang dimaksud dengan  adil adalah pembagian barang atau jasa sesuai dengan kebutuhan masing-masing .









    Masalah Ekonomi Bagi Konsumen

Kebutuhan hidup manusia itu banyak sekali dan beraneka ragam, sedangkan barang dan jasa sebagai alat pemuas kebutuhan sangat terbatas. Kenyataan inilah yang menjadi inti masalah ekonomi. Masalah ekonomi dihadapi oleh umat manusia, apakah mereka sebagai perseorangan, keluarga, perusahaan, atau negara.

Pokok persoalannya adalah: bagaimanakah dengan sumber-sumber yang terbatas, manusia dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang banyak dan beraneka ragam.



    Sistem Perekonomian

Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya.

Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrem tersebut.

Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi.

Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.















B. Pelaku ekonomi



PENGERTIAN PELAKU EKONOMI

Pelaku ekonomi adalah individu-individu atau lembaga-lembaga yang terlibat dalam proses kegiatan ekonomi baik produksi, distribusi, maupun konsumsi. Yang berperan dalam pelaku ekonomi adalah rumah tangga, masyarakat, perusahaan/sektor usaha dan pemerintah. Pemerintah selain sebagai pelaku ekonomi juga berperan aktif sebagai pengawas, kontroler dan koordinator dalam kegiatan ekonomi agar tercipta iklim yang kondusif.

PELAKU EKONOMI  DALAM KEGIATAN POKOK EKONOMI

    RUMAH TANGGA KELUARGA

1.Rumah Tangga Keluarga sebagai Produsen

Rumah tangga keluarga dalam kegiatan ekonomi merupakan pemilik faktor produksi yang meliputi tanah, tenaga kerja, keahlian dan modal. Kegiatan produksi yang dilakukan dalam rumah tangga keluarga adalah menyediakan faktor produksi yang dibutuhkan pelaku ekonomi lainnya. Dalam kegiatan ini rumah tangga keluarga memperoleh penghasilan/pendapatan dalam bentuk uang.

2. Rumah Tangga Keluarga sebagai Distributor

Kegiatan distribusi yang dilakukan oleh rumah tangga bertujuan untuk mendapatkan penghasilan. Kegiatan tersebut dapat dilakukan dengan membuka toko atau warung, menjadi pedagang keliling atau pedagang asongan.

3. Rumah Tangga Keluarga sebagai Konsumen

Rumah tangga keluarga merupakan kelompok yang paling sering melakukan kegiatan konsumsi. Faktor yang mempengaruhi kegiatan konsumsi rumah tangga adalah:

    Jumlah pendapatan keluarga
    Jumlah anggota keluarga
    Tingkat harga barang atau jasa
    Status sosial ekonomi keluarga









    MASYARAKAT

1. Masyarakat sebagai Produsen

Masyarakat sebagai produsen mencakup berbagai bentuk kegiatan masyarakat yang dapat menghasilkan pendapatan, misalnya kegiatan usaha, berdagang, bercocok tanam, beternak, dll. Dalam kegiatan usaha, yang berkembang dalam kehidupan masyarakat adalah sektor usaha informal yang mempunyai ciri- ciri:

    Tidak memiliki alat-alat produksi yang canggih.
    Tidak memiliki pendidikan/keahlian khusus.
    Dapat membuka lapangan kerja yang tidak sedikit jumlahnya.
    Hanya memiliki ruang lingkup usaha ekonomi yang sempit dan kecil.

Contoh kegiatan ekonomi sektor usaha informal: pedagang asongan, pedagang kaki lima, pedagang keliling.

2. Masyarakat sebagai Distributor

Masyarakat sebagai distributor diwujudkan dalam bentuk terjadinya proses penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen.

3. Masyarakat sebagai Konsumen

Masyarakat adalah pengguna (konsumen) “public goods” atau produk-produk umum, seperti jalan raya, jembatan, rumah sakit, sekolah, dan lain-lain.



    PERUSAHAAN

1. Perusahaan sebagai Produsen

Sesuai dengan fungsinya, perusahaan dalam aktivitasnya selalu menghasilkan barang atau jasa. Beberapa hal yang harus dilakukan perusahaan sebelum menjalankan aktivitasnya adalah:

    Menentukan barang/jasa yang akan diproduksi
    Menentukan bagaimana pengelolaan barang/jasa
    Memastikan barang/jasa yang akan diproduksi dibutuhkan oleh masyarakat

2. Perusahaan sebagai distributor

Hal-hal yang dilakukan perusahaan sebagai distributor:

    Mengadakan kegiatan promosi
    Mengadakan kegiatan perdagangan
    Membuka agen atau cabang
    Memiliki armada angkutan

3. Perusahaan sebagai Konsumen

Kegiatan konsumsi yang dilakukan perusahaan berkaitan erat dengan proses produksi yang dijalankan, antara lain:

    Pengadaan bahan pokok
    Pengadaan alat/sarana
    Pembayaran upah karyawan



    NEGARA

 1. Negara sebagai Produsen

Kegiatan produksi yang dilakukan pemerintah bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat, antara lain:

    Membangun pembangkit tenaga listrik
    Membangun sarana transportasi
    Membangun perusahaan air minum

2. Negara sebagai Distributor

Negara sebagai distributor memiliki kewajiban untuk menyalurkan barang dan jasa dari yang berlebihan kepada yang kekurangan sehingga hasil-hasil produksi dapat dinikmati seluruh rakyat. Kegiatan distribusi yang dilakukan pemerintah antara lain:

    Menyalurkan energi listrik melalui PLN
    Menyalurkan jasa telepon melalui Telkom

3. Negara sebagai Konsumen

Kegiatan konsumsi yang dilaksanakan pemerintah bertujuan untuk menjalankan roda pemerintahan, antara lain:

    Membayar gaji pegawai
    Menggunakan tenaga ahli
    Menggunakan alat-alat kantor
    Memanfaatkan energi listrik



4. Negara sebagai Pengatur Ekonomi

Peranan negara/pemerintah sebagai pengatur ekonomi:

Melindungi masyarakat terhadap dampak negatif pertumbuhan ekonomi yang kurang seimbang dan tidak terkendali

Membangun modal sosial seluas-luasnya

Menciptakan dan memelihara keserasian pertumbuhan ekonomi

Kebijakan pemerintah dalam bidang ekonomi antara lain:

a. Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal adalah kebijakan pemerintah dalam bidang anggaran negara dengan tujuan untuk mempertahankan kestabilan proses pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Kebijakan fiskal menyangkut dua aspek yaitu:

    Aspek kualitatif, yaitu menyangkut jenis-jenis pajak, pembayaran dan subsidi.
    Aspek kuantitatif, yaitu menyangkut dana yang harus dikumpulkan dan dibayarkan.

b. Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter adalah segala kebijakan pemerintah di bidang keuangan yang bertujuan menjaga kestabilan harga dan nilai mata uang. Kebijakan moneter mencakup:

Kebijakan cadangan kas, yaitu kebijakan pemerintah untuk mengatur jumlah uang yang beredar dengan cara mengubah cadangan minimum BI.

Kebijakan kredit, yaitu kebijakan pemerintah untuk mengatur jumlah uang yang beredar dengan cara memberikan kredit secara selektif.

Kebijakan diskonto, yaitu kebijakan pemerintah dalam menjaga kestabilan jumlah uang yang beredar dengan cara menaikkan/menurunkan suku bunga BI.

Kebijakan politik pasar terbuka, yaitu kebijakan pemerintah dalam mengendalikan jumlah uang yang beredar dengan cara menjual/membeli surat-surat berharga kepada masyarakat.

Analisis Pengambilan Keputusan



Analisi pengambilan keputusan

Analisis ekonomi dalam ekonomi teknik sangat berhubungan erat dengan masalah pengambilan keputusan. Itu di kRENkn suatu pengambilan keputusan terjadi bila terdapat sedikitnya 2 alternatif yang harus di pilih salah satunya. Menurut de garmo, et al. (1984), bila tidak terdapat adanya alternative (hanya ada satu pilihan), maka tidak perlu di lakukan analisis ekonomi. Jadi jelas antara analisis ekonomi dengan proses pengambilan keputusan terdapat hubungan yang erat.
Menurut Newman (1988), proses pengambilan keputusan yang rasional biasanya terdiri dari 8 langkah, yaitu:

1.            Pengenalan / identifikasi masalah
2.            Pendenifikasi tujuan
3.            Pengunpulan data yang di perlukan
4.            Identifikasi altenatif yang mungkin / layak
5.            Pemilihan kreteria untuk menentukan alternative terbaik
6.            Penentuan hubungan antara tujuan, alternative, data & criteria è membuat model.
7.            Memprediksi hasil dari setiap alternative
8.            Memilih alternative terbaik untuk mencapai tujuan

1.Pengenalan / Identifikasi masalah

Langkah pertama dalam pengabilan keputusan adalah mengenali masalah yang ada. Suatu masalah timbul apabila ada perbedaan antara keinginan yang di tetapkan dengan keadaan yang sesungguhnya terjadi. Adanya perbedaan ini tidak menjamin bahwa seseorabg akan langsung membuat keputusan untuk menyelesaikan masalah. Pertama, yang harus kita lakukan yaitu mengetahui adanya perbedaan. Kita harus mengetahui adanya masalah sebelum mulai mencari pemecahan masalah. Kedua, menyadari adanya perbedaan antara keinginana yana di tetapkan dan kenyataan yang sesungguhnya tidaklah cukup untuk memulai pengambilan keputusan. Kita harus termotivsi untunk mengurangi perbedaan tersebut. Ketiga, selain hal-hal tersebut kita juga harus memiliki peengetahuan, keterampilan, kemampuan, dan sumbe-sumber daya untuk menyelesaikan masalah tersebut.

2.Pendenifisi tujuan

Setelah langkah pertama kita temukan, dilanjutkan dengan melakukan pendenifisi tujuan dari keputusan yang akan kita ambil nanti. Ada beberapa tujuan diantaranya :
•Eksplorasi (exploration), berkaitan dengan upaya untuk menentukan apakah suatu fenomena ada atau tidak.
•Deskripsi (description), berkaitan dengan pengkajian fenomena secara lebih rinci atau membedakannya dgn fenomena          yang lain
•Prediksi (prediction), berupaya mengidentifikasi hubungan (keterkaitan) yang memungkinkan kita berspekulasi          (menghitung) tentang sesuatu hal (X) dengan mengetahui (berdasar) hal yang lain (Y).
•Eksplanasi (explanation), mengkaji hubungan sebab-akibat diantara dua fenomena atau lebih.
•Aksi (action), dapat meneruskan salah satu tujuan di atas dengan penetapan persyaratan untuk menemukan solusi dengan  bertindak sesuatu.
 Setelah kita mengetahui jenis tujuan apa yang kita anbil nanti berupa sebuah keputusan, mulailah menbuat beberapa  keputusan dan menyeleksi keputusan yang mana yang sesuai dari tujuan di atas.

3.Mengumpulkan data yang di perlukan

Setelah langkah ke 2 dilakukan selanjutnya adalah mulai mengumpukan data yang di perlukan agar bisa memperoleh alternative keputusan yang di nginkan.

4.Identifikasi alternative yang mungkin / layak
Mulai mengumpulkan semua alternative yang mungkin bisa di ambil keputusan sebanyak mungkin.

5.Pemilihan kreteria untuk menentukan alternative terbaik dan Penentuan hubungan antara tujuan, alternative, data & criteria è membuat model
Dari sekian identifikasi alternative yang mungkin dan layak, rumuskan alternative yang paling berhubungan antara tujuan data dan criteria yang di inginkan. Itulah yang akan mejadi alternative dari permasalahan yang akan menjadi sebuah keputusan.

6.Memprediksi hasil dari setiap alternative dan Memilih alternative terbaik untuk mencapai tujuan
Setelah memilih alternative yang. paling mendekati dari tujuan hal yang selanjutnya di lakukan adalah mulai memprediksi dari setiap altenatif yang di pilih. Apakah nanti akan sesuai dengan tujuan yang di inginkan. Dalam prose ini sangat di perlukan perhitungan yang akurat dari segala sisi agar tidak menimbulkan kesalahan di kemudian harinya.
Dari hasil prediksi inilah yang akan menunjukan manakah alternative yang baik untuk di buat sebagai keputusan dari masalah yang ada.

Berikut ini adalah contoh pengambilan keputusan bidang keteknikan,
Sebuah bagian mesin diproduksi dengan biaya untuk bahan 40sen dan biaya tenaga kerja 15sen per-satuannya. Investasi sebesar $500,000.00 di butuhkan untuk peralatan. Pesanan yang ada untuk memproduksi sebanyak 3 juta satuan barang tersebut. Pada pertengahan penyelesaian pesanan, sebuah metoda baru dapat di terapkan untuk memproduksi barang tersebut yang akan menurunkan baya untuk bahan menjadi 34sen dan biaya tenaga kerja 10sen persatuannya, seta dibutuhkan tambahan $100,000.000 untuk peralatan. Biaya-biaya lain di perkirakan 250% adri biaya tenaga kerja, akankah perubahan metoda tersebut menguntungkan ?

Menurut analisis pribadi saya, dan penyelesaiannya :
Alternatif A : tetap dengan metode lama

Biaya bahan                1,500,000.00 x 0.4      = $600,000.00
Biaya tenaga kerja      1,500.000.00 x 0.15    = $225,000.00
Biaya lain-lain              2.5 x biaya tenaga kerja         = $562.000.00
Biaya total intuk sisa 1,5000,ooo.oo satuan barang   = $1,387,500.00

Proses Pengambilan Keputusan

Proses Pengambilan Keputusan

1.  Mengenali adanya suatu masalah
     Masalah harus dimengerti dengan baik dinyatakan secara eksplisit.
     Kadang-kadang tidak disadari adanya masalah.

2. Mendefinisikan Tujuan
    Karena masalah, menyebabkan tidak tercapainya tujuan yg telah
    ditetapkan.
3. Mengumpulkan data-data yang relevan

4. Mengidentifikasi alternatif-alternatif yang dapat dipilih.
    Minimal dua alternatif
    Dua alternatif yang kadang diabaikan:
    Alternatif untuk tidak melakukan apa-apa (tetap melakukan seperti saat ini, tidak perlu    mengeluarkan uang untuk menyelesaikan masalah ini)
    Alternatif untuk memperbaiki dan menggunakan kembali.

5. Memilih kriteria untuk menentukan alternatif terbaik

6. Membangun hubungan antara tujuan, alternatif,data, dan kriteria yang dipilih untuk dijadikan sebuah  model.

7. Memperkirakan akibat-akibat yang muncul dari setiap alternatif.

8. Pemilihan alternatif terbaik untuk mencapai tujuan.

    Akibat yang ditimbulkan harus dipertimbangkan.
    Memilih yang sesuai dengan kriteria.
9. Post Audit of results


Kombinasi alternatif alternatif

1. Mutually exclusive (eksklusif satu sama lain saling meniadakan).
    dari satu alternatif yg masing-masing berdiri sendiri
    Analisis ekonomi dilakukan atas masing-masing alternatif
    Keputusan yg diambil adlah memilih alternatif yang paling  menguntungkan dilihat dari tingkat keekonomian dan sumber dana.

2. Independent (tidak saling terkait satu sama lain).
    dari satu alternatif yg masing-masing berdiri sendiri
    Analisis ekonomi dilakukan atas masing-masing alternatif
    Keputusan yang diambil dapat lebih dari satu alternatif tergantung tingkat keekonomian dan sumber dan yang tersedia.

3. Dependent (saling terkait satu sama lain)
    dari satu alternatif yg saling berkaitan
    Analisis ekonomi dilakukan atas masing-masing  alternatif
    Bila dari hasil analisis salah satu alternatif tidak ekonomis/layak maka alternatif secara keseluruhan dibatalkan.