Sabtu, 02 Februari 2013

Aron Ralston, Kisah Pendaki Gunung yang Mengamputasi Tangannya Sendiri

Aron Ralston, Kisah Pendaki Gunung yang Mengamputasi Tangannya Sendiri


ralston.jpg (450×318)
Aron Ralston, seperti biasa melakukan pendakian rutinnya di hari Sabtu seorang diri. Ia berencana untuk menghabiskan hari dengan mengendarai sepeda gunung dan mendaki batu-batu merah dan pasir di luar Taman Nasional Canyonlands di Utah tenggara. Ralston berasal dari Aspen, Colorado, adalah sarjana teknik dan musik yang pernah bekerja selama lima tahun di Intel.

Ralston sendiri telah mendaki tempat itu berkali-kali dan kali ini dia melakukannya sebagai pemanasan untuk sebuah pendakian gunung tertinggi di Amerika Utara. Mengenakan T-shirt dan celana pendek dan membawa ransel ia berencana untuk melakukan ‘Canyoneering’ jauh ke ngarai Bluejohn Canyon. Ranselnya berisi dua burrito (makanan khas Meksiko), satu liter air, alat multi fungsi tapi imitasi bermerek Leatherman, alat P3K, kamera video, kamera digital dan peralatan panjat tebing. Dia tidak membawa jaket. Canyoneering adalah melakukan perjalanan ke ngarai dengan menggunakan berbagai skill : berjalan, mendaki, memanjat tebing dengan menggunakan berbagai peralatan. Canyoneering yang dilakukan Ralston adalah melewati lembah yang bercelah sempit.

Ralston berada 150 meter di atas puncak dinding vertikal Bluejohn Canyon. Dia melakukan manuvernya untuk mencapai bagian atas sebuah batu besar yang terselip di antara dinding ngarai sempit. Dia mulai memanjat permukaan batu dan rasanya sangat stabil ketika ia berdiri di atas. Ketika ia mulai turun di sisi yang berlawanan, batu seberat 800-pound (kurang lebih 362 kg) itu tiba-tiba bergeser, menjepit lengan kanannya – ia terjebak.
Aron-ralston-1.jpg (460×276) 
Saat terjebak dengan tangan yang terhimpit batu, dia memiliki beberapa pilihan :antara menunggu seseorang yang muncul untuk menyelamatkannya, membebaskan dirinya sendiri, atau kalau semua cara gagal dia akan memutuskan lengannya. Kematian adalah kemungkinan yang terakhir tapi Ralston tidak ingin mempertimbangkannya.
Ralston mencoba tali, jangkar dan alat yang ada untuk memindahkan batu, hasilnya batunya tidak bergerak sedikitpun. Berjam-jam jam dia berjuang untuk membebaskan dirinya dari batu tanpa hasil yang posisitf. Di malam hari temperaturnya turun, Ralston masih bekerja untuk membebaskan dirinya sendiri. Minggu dan Senin berlalu, tapi ia masih terjebak. Sinar matahari sampai di lantai ngarai sempit hanya untuk waktu yang sangat singkat waktu setiap hari. Dia kehabisan makanan dan air pada hari Selasa.
Pada hari Rabu, Ralston mulai menghirup air seni yang telah ia simpan di hari sebelumnya. Dia mengeluarkan video kamera dan merekam pesan terakhir berisi selamat tinggal kepada orang tuanya. Dia lalu mengukir namanya, tanggal lahir, dan apa yang dia yakin adalah hari terakhirnya di bumi ke dinding ngarai. Di atasnya dia mengukir RIP.
132342_aron-ralston-discusses-his-127-hours-ordeal-at-films-la-premiere.jpg (640×480) 
Pada Kamis pagi, Ralston melihat suatu visi (penampakan?) yaitu seorang anak 3 tahun berlari lalu dibawa oleh seorang pria yang hanya memiliki sebuah lengan. Dia mengerti visi itu bahwa anak itu akan menjadi anak di masa depannya dan dia memutuskan untuk melakukan tindakan yang segera agar hidupnya bisa bertahan. Jika ia tidak menyelamatkan dirinya sekarang, dia tidak akan memiliki kekuatan fisik yang tersisa untuk melakukannya nanti. Akhirnya dia mengambil keputusan yang dramatis : memotong tangannya sendiri!
Ralston siap untuk mengamputasi lengan kanan di bawah siku dengan menggunakan pisau multi fungsinya. Menyadari bahwa pisau itu tidak cukup tajam untuk memotong tulang lengan ia menekan tangannya melawan batu dan mematahkan tulangnya sehingga dia akan bisa memotong tangannya melalui jaringan. Pertama ia mematahkan tulang radius, yang menghubungkan siku dengan jempol. Dalam beberapa menit ia memecahkan ulna, tulang di bagian luar lengan bawah. Selanjutnya ia menerapkan tourniquet yaitu membebat atau mengikat erat lengannya. Dia menggunakan pisau untuk mengamputasi lengan kanan di bawah siku. Seluruh prosedur dibutuhkan kurang lebih satu jam.

Ralston memberikan pertolongan pertama untuk dirinya sendiri dari kit kecil di ransel. Ia menancapkan jangkar dengan tali di tempat itu. Ia kemudian mendaki 5 mil ke hilir Horseshoe Canyon yang berdekatan, di mana ia bertemu dengan keluarga wisatawan dari Belanda yang sedang berlibur.
Pasangan Belanda Eric dan Monique Meijer dan putra mereka, Andy, mulai keluar dari ngarai ketika mendengar suara di belakang “Tolong, saya butuh bantuan”. Pasangan itu segera menyadari bahwa dia pasti seorang pendaki yang hilang seperti keterangan dari petugas sehari sebelumnya..
Ralston berjalan cepat menuju pasangan ini dengan lengannya yang digantung di sling buatan sendiri dan ia berbicara dengan jelas: “Halo, nama saya Aron, saya jatuh dari tebing pada hari Sabtu dan saya terjebak di bawah batu besar. Saya memotong tangan saya empat. jam yang lalu dan saya memerlukan pertolongan medis. Saya butuh helikopter “.
Istri dan anak Eric mencoba untuk keluar lebih dulu dari ngarai secepat mungkin untuk mendapatkan bantuan. Eric bersama dengan Aron untukn memberikan dia makanan, air dan dukungan mental. Meskipun kehilangan darah, Ralston tetap mampu berjalan tapi pasir di dalam sepatunya mulai mengganggu dia. Dia berhenti sejenak di tempat yang teduh untuk menghilangkkan pasir dalam sepatunya lalu melanjutkan perjalannnya lagi.

Tiba-tiba awak pesawat melihat dua orang di Horseshoe Canyon melambai. Ini adalah istrinya Eric dan anaknya dan mereka memberikan sinyal ke arah helikopter dan menunjuk ke arah korban. Awak pesawat merespon dengan cepat dan mendarat di tempat yang luas di lembah dekat Ralston. Kru pesawat terkejut saat melihat – lapisan darah kering dan segar tubuhnya – dan lengan yang hilang.
Ralston menyandarkan kepalanya kembali helikopter dan menghirup air. Vetere mengajaknya ngobrol, sehingga dia tidak akan kehilangan kesadaran. Dua belas menit kemudian, helikopter tiba di Allen Memorial Hospital di Moab, Utah. Ralston masuk ke ruang gawat darurat tanpa bantuan, kemudian menunjuk pada peta di mana dia telah terjebak.

Para penyelamat heran Ralston tetap hidup. Sebuah helikopter kemungkinan besar tidak akan menemukannya karena posisinya di celah lembah yang dalam dan sempit. Aron Ralston memiliki semangat luar biasa untuk hidup, dia tidak pernah menyerah dan akhirnya dia selamat.
Kisah Ralston sendiri sudah diangkat ke layar lebar dengan judul “127 Hours” dengan pemerannya James Franco.
james-franco-127-hours-london.jpg (300×300)
bagi yang mau lihat video asli ketika Aron terjebak, klik disini
Buat download film 127 Hours, disini....

Jangan Hapus Link Ini Jika Anda Menghargai Blog Saya: http://bimosuper.blogspot.com/2012/08/aron-ralston-kisah-pendaki-gunung-yang.html#ixzz2JoUhWBO6

Pesan Rahasia di Uang 50.000 Yang Lama

Pesan Rahasia di Uang 50.000 Yang Lama


Ternyata di uang Rp.50ribu yang lama,ada pesan tersembunyi lho.Pesan itu adalah pesan yang dipopulerkan oleh tokoh WR Supratman.Mau tau apa pesan rahasia tersebut?

Klik gambar untuk memperbesar



Satu lagi misteri yang terkuak. Unik ya?! Bisa kalian lihat sendiri... (padahal sayanya belum lihat)

Al Khawarizmi Penemu Angka Nol

Sejarah Dan Penemu Angka "Nol"


Al Khawarizmi Penemu Angka Nol

Dunia Eropa / Barat dari dulu sampai dengan sekarang sepertinya mengklaim bahwa Gudang Ilmu Pengetahuan berasal dari kawasan Eropa / Barat tapi tahukah anda, sejatinya asal Gudang Ilmu Pengetahuan berasal dari kawasan Timur Tengah yaitu Mesopotamia yang menjadi peradaban tertua di dunia.

Masyarakat dunia sangat mengenal Leonardo Fibonacci sebagai ahli matematika aljabar. Namun, dibalik kedigdayaan Leonardo Fibonacci sebagai ahli matematika aljabar ternyata hasil pemikirannya sangat
dipengaruhi oleh ilmuwan Muslim bernama Muhammad bin Musa Al Khawarizmi. Dia adalah seorang tokoh yang dilahirkan di Khiva (Iraq) pada tahun 780. Selama ini banyak kaum terpelajar lebih mengenal para ahli matematika Eropa / Barat padahal sejatinya banyak ilmuwan Muslim yang menjadi rujukan para ahli matematika dari barat

Selain ahli dalam matematika al-Khawarizmi, yang kemudian menetap di Qutrubulli (sebalah barat Bagdad), juga seorang ahli geografi, sejarah dan juga seniman. Karya-karyanya dalam bidang matematika dimaktub dalam Kitabul Jama wat Tafriq dan Hisab al-Jabar wal Muqabla. Inilah yang menjadi rujukan para ilmuwan Eropa termasuk Leonardo Fibonacce serta Jacob Florence.
Muhammad bin Musa Al Khawarizmi inilah yang menemukan angka 0 (nol) yang hingga kini dipergunakan. Apa jadinya coba jika angka 0 (nol) tidak ditemukan coba? Selain itu, dia juga berjasa dalam ilmu ukur sudut melalui fungsi sinus dan tanget, persamaan linear dan kuadrat serta kalkulasi integrasi (kalkulus integral). Tabel ukur sudutnya (Tabel Sinus dan Tangent) adalah yang menjadi rujukan tabel ukur sudut saat ini.
al-Khawarizmi juga seorang ahli ilmu bumi. Karyanya Kitab Surat Al Ard menggambarkan secara detail bagian-bagian bumi. CA Nallino, penterjemah karya al-Khawarizmi ke dalam bahasa Latin, menegaskan bahwa tak ada seorang Eropa pun yang dapat menghasilkan karya seperti al-Khawarizmi ini.

Jangan Hapus Link Ini Jika Anda Menghargai Blog Saya: http://bimosuper.blogspot.com/2012/05/sejarah-dan-penemu-angka-nol.html#ixzz2JoPrdlsr

Kamis, 31 Januari 2013

Habibe hidupkan N250 lewat PT.RAI

Mantan Presiden RI BJ Habibie berencana menghidupkan kembali pesawat N250 yang sempat dipensiunkan oleh Pemerintah RI pada tahun 1998, akibat tekanan IMF. “N250 is still the best” ujar Habibie di Jakarta, 20/8/2012. Pesawat tersebut akan terbang dalam lima tahun ke depan dengan perubahan rancangan pesawat yang serba digital. “Kami akan mendesain ulang pesawat, salah satunya mesin. Ini perlu karena ada gap teknologi kurang lebih 20 tahunan,” ujar Habibie.
N-250 adalah pesawat regional turboprop rancangan asli IPTN, Indonesia. Pesawat ini primadona IPTN dalam usaha merebut pasar di kelas 50-70 penumpang, dengan keunggulan yang dimiliki di kelasnya, saat diluncurkan tahun 1995.
Rencana menghidupkan kembali N-250 muncul setelah berdirinya PT Regio Aviasi Industri (RAI), kerjasama PT Ilthabi Rekatama milik putra sulung Habibie, Ilham Akbar Habibie, pemegang saham 51% dan PT Eagle Capital milik Erry Firmansyah pemegang saham 49%. BJ Habibie menjadi Ketua Dewan Komisaris di perusahaan tersebut.
Proyek menghidupkan kembali N250 pun dimulai. Pada tanggal 11/08/2012 dilakukan penandatanganan proyek pengembalian dan penyelesaian pesawat N250. Habibie menargetkan pesawat N250 mendapatkan sertifikat Federal Aviation Administration (FAA) dalam lima tahun ke depan.
Peluang pasar N250 di Indonesia memang masih besar. Saat ini, Wings Air terus memesan pesawat sejenis N250 yakni ATR-72. Begitu pula dengan Merpati yang memilih pesawat China MA-60. Pesawat jenis ini dibutuhkan untuk penerbangan di pelosok Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Sumatera, Nusa Tenggara. Selain Indonesia, negara kawasan Asia Tenggara juga membutuhkan pesawat jenis ini.

BJ Habibie berencana mengajak sejumlah eks karyawan IPTN yang tersebar di berbagai negara, untuk merintis industri pembuatan pesawat milik swasta itu. “Mereka kepingin pulang,” kata Presiden Republik Indonesia ketiga ini. Habibie juga ingin melibatkan Kemenristek, BPPT, PT DI dan lainnya dalam kerjasama dengan PT RAI.
Tentu Pak Habibie yang malang melintang di dunia penerbangan, memiliki rencana besar untuk pengembangan PT RAI.
Setelah merampungkan N250 dengan teknologi yang jauh lebih canggih, kemungkinan Habibie akan menghidupkan kembali proyek N2130 bersaing dengan: Boeing, Airbus, Embrair, Bombardier dan Sukhoi Super Jet. Perusahaan ini tidak mudah lagi ditekan oleh dunia Internasional, seperti halnya IPTN dulu, selaku BUMN.

Hikmah Munculnya PT RAI
Ketika proyek pesawat N250 dihentikan oleh pemerintah, para insinyur IPTN berpencar ke seluruh dunia, termasuk bekerja di Boeing, Airbus, Embrair, CASA, Iran, dan lain sebagainya. Anggap saja para insinyur itu sedang beasiswa atau sekolah dibiayai pihak asing. Kini dengan ilmu tambahan yang diperoleh, Habibie mengajak mereka pulang kampung, untuk membangun industri dirgantara Indonesia yang membanggakan.
Habibie bosan berkarya dengan mengusung bendera negara lain. Tidak kurang 63 hak paten di bidang Aeronotika telah dibuat Habibie. Dia berharap para ahli penerbangan Indonesia lainnya, punya semangat yang sama, membuat pesawat dengan bendera merah-putih.
Dengan target utama membangun N2130, tidak heran Habibie ingin melibatkan Kemenristek, BPPT, PT DI dan lainnya, bekerjasama dengan PT RAI.

Disain N2130
Jika melihat rekam jejak BJ Habibie di dunia penerbangan, Indonesia memiliki harapan besar untuk kembali berkibar di bidang industri dirgantara. Tentu pendirian perusahaan dirgantara swasta, bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika PT RAI berniat menjadi manufaktur pesawat, bukan sekedar perancangan atau biro disain. Untuk bisa masuk ke tahap manufaktur pesawat dibutuhkan alat produksi serta modal produksi yang besar. Kita belum tahu, sekuat apa modal PT RAI, jika benar ingin menjadi perusahaan manufaktur pesawat di Indonesia.
Rencananya, PT RAI akan menyiapkan fasilitas baru untuk menghidupkan pesawat N250. Engineering pesawat akan menjadi tanggung jawab PT Ilthabi Rekatama. Sementara permodalan menjadi urusan PT Eagle Capital.
Sebenarnya masih ada skema bisnis lain yang bisa dijajaki agar PT RAI bisa bergerak. Untuk sementara PT RAI bisa joint production dengan PT DI dalam membangun kembali N250. Jika tahap awal PT RAI harus menanggung semua proses produksi N250, agak riskan dari sisi permodalan. Lain halnya bila N250 nanti telah terbang dan mendapatkan sertifikat FAA.
Blueprint dan lisensi N250 bisa dibayar ke PT DI dengan sistem persentase penjualan. PT DI bisa mendapatkan tambahan cashflow sementara PT RAI menghemat biaya produksi pesawat.

Sejarah industri penerbangan swasta menunjukkan, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan agar industri tersebut hidup dan berkembang. Hal ini yang dilakukan AS terhadap Boeing, maupun Perancis dan negara Eropa lainnya terhadap Airbus.
Pemerintah diharapkan ikut membantu PT RAI, yang nota bene mencoba menghidupkan industri strategis Indonesia. Dengan nama harum Habibie di dunia penerbangan internasional, bisa saja dia menggandeng investor swasta asing. Namun yang kita butuhkan adalah tumbuhnya industri penerbanagn dalam negeri yang juga diurus anak negeri. Pak Habibie….I love you full…..!(JKGR).

Apollo XI Ternyata Membawa Bendera Indonesia

https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQSpr9JPSDofrim07g0dmWINTNcjiy3M3ueuWlCniLwSUxX9KkX 
Apollo adalah nama serentetan roket ruang angkasa Amerika Serikat. Yang paling terkenal ialah perjalanan Apollo XI yang membawa tiga astronot: Neil Armstrong, Edwin Aldrin dan Michael Collins, pada tanggal 16 Juli 1969 menuju bulan. Tanggal 21 Juli Armstrong dan Aldrin sebagai manusia pertama mendarat di bulan, dan berjalan-jalan di sana selama satu jam lima puluh empat menu. Di bulan ditaruhnya bendera 136 negara. Tanggal 24 Juli para astronot itu selamat kembali ke bumi. Apollo XI telah berhasil mendaratkan manusia di permukaan bulan.

Pesawat Apollo XI terdiri atas tiga bagian: 1) roket Saturnus V yang bertingkat tiga, berat 3.817 ton dan panjang 110,6 m; 2) pesawat induk Columbia dengan ruang pengemudi (command module) di dalamnya dan 3) pesawat pendarat Eagle, berbentuk segitiga, berat 16 ton, tinggi : ± 7 m, jarak antar kaki-kakinya ± 10 m. Ketiga pesawat tersebut. sendiri-sendiri juga merupakan mesin rumit susunan dan perlengkapannya.

Tugas ketiga pesawat tersebut. secara kasar dapat digambarkan demikian: Saturnus V menyampaikan/melepaskan kedua pesawat lainnya di daerah operasi; Columbia mengawal, mengawasi dan menunggu Eagle selama ia menunaikan tugasnya, sedang Eagle membawa para astonot sampai di tempat pekerjaannya, ialah permukaan bulan.

Astronot Apollo XI ialah 1) Neil A. Armstrong, tiga puluh delapan tahun, 2) Kolonel Edwin F. Aldrin, tiga puluh sembilan tahun dan 3) Letnan Kolonel Michael Collins, tiga puluh delapan tahun. Apollo XI diluncurkan dari Cape Kennedy, Florida, AS pada hari Rabo malam tanggal 16 Juli 1969 pukul 20.32 WIB, dengan membawa ketiga antariksawan tersebut. di muka yang berada dalam pesawat induk Columbia. Beberapa saat Apollo XI menjulang ke atas untuk kemudian melengkung ke arah Barat di atas Lautan Teduh/Pasifik. Lebih kurang dua belas menit sesudah peluncuran, ketiga tingkat roket Saturnus dilepaskan dan Apollo XI memasuki orbit bumi. Selama dua setengah jam pesawat mengitari bumi, selama waktu mans para antariksawan sibuk memeriksa ribuan alat-alat pada pesawat. Kemudian mereka melepaskan diri dari daya tank bumi dan meluncur ke arah bulan. (Jarak bumi - bulan kurang lebih 400.000 km).

Tengah malam tanggal 19 Juli berikutnya Apollo XI masuk orbit bulan. Minggu 20 Juli Armstrong dan Aldrin bersiap-siap untuk pendaratan. Melalui terowongan yang tersedia mereka meninggalkan Command Module dan masuk dalam pesawat pendarat Eagle. Eagle memisahkan diri dari Columbia, tetapi untuk beberapa saat masih terbang berdekatan. Eagle mengitari bulan dengan kecepatan 1.615 m/detik dalam orbit dengan jarak kurang lebih 121,3 dan 99,3 km dari permukaan bulan. Setelah segala sesuatu berjalan baik, Columbia menjauhkan diri dari Eagle yang turun menuju permukaan bulan. Mendekati permukaan bulan Eagle mengeluarkan kakinya seperti kapal terbang waktu hendak mendarat. Senin 21 Juli 1969 Eagle mendarat di bagian permukaan bulan yang disebut Laut Ketenangan (Sea of Tranquility). "Laut" ini berbentuk lonjong, panjang 2700 m dan lebar 900 m. Pendaratan diatur sedemikian rupa hingga take off dari bulan nanti bisa terjamin. Berada di bulan kedua astronot itu tidak serta merta keluar dari pesawat. Lebih dulu mereka mengadakan pemeriksaan (checking) umum dengan teliti terhadap pesawat pendaratnya selama dua jam, kemudian makan dan istirahat empat jam, bangun tidur makan lagi, menetapkan duduknya pesawat dan barulah untuk pertama kali pinto pesawat dibuka.

Neil Armstrong keluar turun dari sebuah tangga yang bersatu dengan salah satu kaki pesawat. Dengan demikian adalah manusia pertama yang menjejakkan kakinya di bulan. Sementara itu Aldrin mengambil opname televisi dan potret tindak tanduk Armstrong untuk "laporan" ke bumi. Lebih kurang tiga puluh menit kemudian dia menyusul keluar dan Aldrin menjadi manusia kedua yang menjejak permukaan bulan. Kedua antariksawan ini berpakaian anti radiasi, anti partikel-partikel meteoroid, anti suhu yang dapat membahayakan, sedang di punggungnya menggendong alat pernapasan. Alat ini hanya cukup untuk empat jam pakai. Kala itu jangka waktu menjelajahi Laut Ketenangan ditetapkan kurang dari tiga jam, selebihnya untuk cadangan. Sebagai alat kerja dibawa sekop, alat pembor dan capit untuk mengambil tanah/debu dan batuan bulan. Juga dibawanya bendera dari seratus tiga puluh negara lebih - di antaranya bendera Indonesia- dan satu plat logam bertulisan yang ditinggalkan di bulan.

Gaya berat bulan hanya seperenam gaya berat bumi, sehingga orang merasa diri jauh lebih ringan, juga benda-benda yang dibawanya. Habis jangka waktu kerjanya kedua astronot naik kembali ke dalam pesawat Eagle. "Oleh-oleh" yang dibawanya berupa tanah/debu dan batu-batu semua seberat sekitar 20 kg. Makan dan istirahat sesuai dengan rencana dan sorenya take off meninggalkan bulan. Dalam waktu dua jam Eagle sudah berdekatan dengan Columbia (yang tinggal berisi astronot Collins yang tidak turut terjun di bulan) dan bersiap-siap untuk bersatu kembali. Columbia menyamakan tekanan udara dalam pesawatnya dengan tekanan udara dalam pesawat Eagle; pintu dibuka dan Armstrong dan Aldrin masuk dengan membawa serta "oleh-olehnya" dari bulan. Mereka telah bersatu kembali dengan Michael Collins dalam pesawat induk Columbia. Eagle yang tidak berawak lagi dijatuhkan kembali ke permukaan bulan untuk meneruskan tugas mekanisnya. Columbia mengitari bulan dua kali sambil bersiap-siap kembali ke bumi. Kecepatan terbang ditingkatkan dari 5500 km/jam sampai 8000 km/jam dan melepaskan diri dari gaya berat bulan, terbang pulang ke bumi. Tengah malam 24/25 Juli 1969, WIB, pesawat induk Columbia menyebur Laut Pasifik sekitar 1530 km Barat daya pulau Hawai, sekitar 14 km dari kapal induk Hornet yang sudah siap menunggu kedatangan Columbia.

Begitu keluar dari pesawat, pakaian para astronot diganti dengan pakaian isolasi dan mereka dimasukkan karantina 21 satu hari. Selama itu mereka menjadi "obyek" pemeriksaan para ahli: apakah jasmaniah tidak terjadi perubahan sehabis mereka "bertamasya" di bulan; apakah mereka tidak membawa serta kuman atau partikel penyakit yang bisa membahayakan manusia, dan sebagainya. Misi Apollo XI berhasil. Dunia gembira dan kagum.
Diterbitkan di: 19 April, 2012   

Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/physics/2284482-apollo-xi-ternyata-membawa-bendera/#ixzz2JXu9ttjB

radar

http://www.engineeringtown.com/kids/images/stories/elektronika/radar.jpg 

Manusia memiliki penglihatan yang sangat terbatas. Kita hanya mampu melihat (jarak pandang) kira-kira kurang lebih sejauh 100 meter. Apalagi jika sedang hujan lebat ataupun kondisi lingkungan yang sedang berkabut, maka jarak pandang kita akan menurun drastis. Nah, untuk mengatasi permasalah tersebut ada sebuah alat yang dapat berfungsi sebagai ’mata’ yaitu yang disebut dengan Radar.
Radar adalah singkatan dari Radio Detection And Ranging yang dalam Bahasa Indonesianya berarti deteksi dan penjangkauan melalui gelombang radio.
Radar merupakan sistem gelombang elektromagnetik yang digunakan untuk mendeteksi, mengukur jarak dan membuat peta benda-benda seperti posisi pesawat terbang, kendaraan bermotor dan informasi cuaca/hujan. Walaupun sedang cuaca buruk seperti hujan lebat dan berkabut, namun dengan menggunakan radar,  informasi berupa jarak dan kecepatan suatu obyek dari posisi radar masih bisa didapatkan. Selain itu, radar dapat melihat obyek pada jarak yang sangat jauh (ratusan kilometer).
Radar dipasang berdasarkan kegunaannya, ada yang dipasang di pinggir pantai, di bandara, di kapal, di pesawat udara, di atas mobil, di atas panser, dan di tempat-tempat yang dirahasiakan. Oh iya, radar terdiri dari beberapa bagian yang mempunyai fungsinya masing-masing loh, yaitu:
1. Antena
Antena yang terletak pada radar berbentuk piring parabola dan merupakan suatu antena pemantul.
2. Pemancar sinyal (Transmitter)
Transmitter berfungsi untuk memancarkan gelombang elektromagnetik melalui antena pemantul agar sinyal objek yang berada pada daerah tangkapan radar dapat dikenali.
3. Penerima sinyal (Receiver)
Receiver berfungsi untuk menerima pantulan kembali gelombang elektromagnetik dari sinyal objek yang tertangkap radar melalui antena pemantul.
Kegunaan Radar
Ternyata radar memiliki banyak fungsi loh, diantaranya adalah untuk keperluan:
1. Militer
Radar digunakan oleh militer untuk mendeteksi pesawat terbang lain dan untuk pertahanan dan penyerangan di udara.
2. Kepolisian
Radar digunakan  oleh kepolisian untuk mendeteksi kecepatan kendaraan bermotor di jalan.
3. Penerbangan
Untuk keperluan penerbangan, radar digunakan pada Air Traffic Control (ATC) yang merupakan kendali lalu lintas udara untuk  mengatur kelancaran lalu lintas udara bagi pesawat terbang yang akan lepas landas, ketika terbang di udara maupun ketika akan mendarat. ATC juga berfungsi memberikan layanan informasi bagi pilot tentang cuaca, situasi dan kondisi bandara yang sedang dituju.
4. Cuaca
Untuk keperluan cuaca, radar digunakan untuk mendeteksi intensitas curah hujan dan cuaca buruk seperti adanya badai dan untuk mendeteksi kecepatan dan arah angin.
5. Pelayaran
Dalam bidang pelayaran, radar digunakan untuk mengatur jalur perjalanan kapal agar setiap kapal dapat berjalan dan berlalu lalang di jalurnya masing-masing dan tidak saling bertabrakan, sekalipun dalam cuaca yang kurang baik, misalnya cuaca berkabut.

Ilustrasi: engineeringtown.com
Dari berbagai sumber

sejarah ditemukannya roket

http://www.engineeringtown.com/kids/images/stories/penemuan/Roket.jpg 

Roket pertama dibuat di Cina pada abad ke-13. Semenjak awal di Cina, roket digunakan sebagai mercon/kembang api yang mampu melesat ke udara hingga membentuk kembang api raksasa di angkasa. Belakangan mercon dikembangkan menjadi roket dan dijadikan sarana untuk membawa muatan dengan tujuan perang maupun damai.

Pada masa perang, mercon berubah fungsi menjadi sarana peluncur panah api. Senjata ini antara lain digunakan tentara China atau Chin Tartar untuk menghalau serangan bangsa Mongolia yang dipimpin Kai Feng Fu pada tahun 1232.


Lewat jalur perdagangan, pengetahuan tentang pembuatan mercon itu sampai ke India dan bahkan sampai kepada bangsa barat. Ditangan bangsa barat mercon dikembangkan menjadi roket melalui serangkaian penelitian selama lima abad yaitu sejak abad ke-13 sampai ke-18. Nama Roket berasal dari Italia Rocchetta (yaitu sekering kecil), nama petasan kecil yang diciptakan oleh artificer Italia Muratori di 1379.

Nama-nama ilmuan barat yang mempunyai peran cukup nyata dalam perkembangan roket diantaranya Robert Anderson. Ilmuan Inggris ini pada tahun 1696 membuat cetakan roket dan campuran bahan bakar roket yang disebut propelan. Memasuki tahun 1806, roket sudah digunakan oleh armada perang Napoleon tetapi hasilnya belum akurat untuk menembak sasaran. Baru pada awal abad ke-20 muncul dua orang ilmuwan yang bermimpi menggunakan roket untuk ke ruang angkasa, yaitu Konstantin Tsiolkovsky dari Rusia dan Robert Goddard dari Amerika Serikat.

Roket modern bermula ketika Robert Goddard seorang insinyur dari Amerika Serikat meletakkan corong de Laval pada kamar pembakaran mesin roket, menggandakan daya dorong dan meningkatkan keefisienan pada roket. Kemudian pada tahun 1926, Robert Goddard berhasil meluncurkan roket pertama di Auburn Massachusetts. Roket ini menggunakan minyak dan oksigen dan bisa meluncur sampai ketinggian 12 meter. Selanjutnya Goddard merancang roket yang lebih besar dan lebih cepat, hingga bisa terbang sampai ketinggian 2 km.

Di tangan bangsa Jerman, yang dimotori Hermann Oberth dan Wernher von Braun, roket menjadi senjata ampuh sebagai peluru kendali disebut Roket V-2 (Vergelstungswaffe Zwei) yang digunakan pada perang dunia II. Mereka juga merintis pengembangan roket sebagai wahana pembawa muatan yang kemudian menjadi cikal bakal dalam memajukan roket modern.

Setelah perang dunia ke-II dengan kalahnya Jerman dan sekutunya, maka teknologi peroketan ini dibawa ke Uni Soviet dan Amerika Serikat. Di dua negara ini roket mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Amerika Serikat dan Uni Soviet mengembangkan roket untuk peluru kendali pada tahun 1950. Ditangan Konstantin Tsiolkovsky, Uni Soviet kemudian berhasil meluncurkan roket pembawa satelit Sputnik ke orbit di ruang angkasa pada 4 Oktober 1957. Keberhasilan peluncuran satelit untuk pertama kali itu disusul peluncuran roket yang membawa Sputnik II wahana ruang angkasa berawak. Dan pada tahun 1961, dengan menggunakan roket A-1 kosmonot pertama Rusia Yuri Gagarin menjadi orang pertama di dunia yang pergi keluar angkasa.

Sedangkan Amerika Serikat pada tahun 1969, dengan menggunakan roket Sarturnus V yang membawa pesawat Apollo yang diawaki oleh Neil Amstrong dan Edwin Aldrin membuat sejarah dengan menjadi manusia pertama yang menginjakan kakinya di bulan.

Saat ini angkasa luar menjadi bisnis yang sangat menjanjikan dengan nilai transaksi yang sangat besar, sehingga roketpun disewakan oleh beberapa pemasok untuk meluncurkan satelit komersial ke dalam orbit. Pemasok utama adalah NASA dan European Space Agency (ESA).

Dari berbagai sumber