Selasa, 10 Juni 2014

TUGAS 3


Komponen Mesin ATM

Bagian Struktur ATM umumnya seperti berikut :

1. Top chassis keylock
2. Camera port
3. Consumer monitor
4. Function keypad
5. Printer slot
6. Card entry slot
7. lead-through indicator (card entry)
8. Dispenser slot
9. Consumer keypad
10. Top chassis
11. Top chassis opening handle
12. Fluorescent light
Chasis bag.atas depan :

1. Consumer monitor
2. Journal printer
3. Consumer Printer (dot matrix or thermal receipt printer)
4. Retained card bin
5A. Motorized card reader
5B. Manual (dip) card reader
Sisi Bagian Atas komputer yang di belakang , biasanya ada komputer mini dan keyboard dan perangkat lainnya seperti berikut :

1. KDM
2. Power switch (on = I, off = O)
3. KDM storage area
4. QWERTY keyboard storage area for Internal operator’s interface
5. Internal operator’s interface (Operator’s QWERTY keyboard)
6. Operator’s swipe card reader (optional)
7. Operator’s pointing device (optional)
8. External operator’s interface (service tray with operator devices)
Terdapat tombol buat ON/ OFF Atm ataupun buat reset ATM :

1. Operator’s pointing device
2. Operator’s QWERTY keyboard
3. Service shelf for external operator’s interface devices
4. Operator’s swipe card reader (option)
5. Port for operator’s QWERTY keyboard
6. Port for operator’s pointing device
Sisi Bagian Bawah ATM sisi depan :

1. Dispenser slot
2. Safe door cover keylock
3. Safe door cover
4. Safe door
5. Safe door opening handle (behind safe door cover)
6. Safe combination lock (behind safe door cover)
Bagian dalam sisi bawah ATM:

1. Electronics compartment door
2. Handle for electronics compartment door
3. Keylock for electronics compartment door (optional)
4. Handle for dispenser compartment door
5. Keylock for dispenser compartment door (optional)
6. Terminal Processor
7. Floppy disk drive (one or two)
8. Optional CD drive
9. Input/Output panel

1. Dispenser presenter
2. Divert Cassette
3. Dispense cassettes
4. Multi-media dispenser
5. Dispenser slide base (with keylock
6. Dispenser compartment door
Bagian penyimpan uang (cassette):

1. Tamper indicating cassette
2. Red/green indicator
3. Tamper indicating cassette lock
4. Convenience cassette
5. Convenience lock lever
6. Captive key cassette
7. Captive key kit (in use)
Fakta ATM :
1. ATM memiliki kertas Resi(Kertas bukti penarikan / transfer) , dan apabila kertas dan kartu itu tidak ditarik atau diambil maka akan masuk ke dalam mesin ATM lagi , tentu saja ini tergantung dari pihak IT yang melakukan Setting terhadap Mesin ATM Tersebut
2. Bila anda lupa menarik Uang , maka akan ada bunyi Beep Beep yang mengingatkan anda , dan ada 2 Option yang terjadi, Option 1 Maka Uang anda akan tertelan kembali ke dalam ATM lagi , Option 2 maka uang anda akan ada di luar ATM menggantung hingga ada yg menarikna , lalu bagaimana bila uang masuk kembali kedalam ATM ???? saldo anda utuh karena uang di Reverse(DI Cancel tidak jadi diambil) , tapi bila di luar dan bkn anda yg mengambil maka tentu saja saldo anda akan berkurang
3. Setiap Bank memiliki Software untuk memonitor uang yang ada pada ATM tersebut baik untuk mematikan ATM , Mereset , dan untuk melakukan Hal-hal lainnya
4. Umumna setiap 5 bulan kurang lebih bahwa ATM dilakukan Opname = Pembersihan ATM , Pengecekan SparePart, Maintenance , dan lain2nya
5. pada ATM ada kabel grounding ke tanah agar Mesin ATM tidak nyetrum
6. pada ATM umumnya terdapat parabola atau di bagian atas (atap), inilah yang digunakan untuk konek ke satelit
7. pada sisi bawah ATM Terdapat ANchor(Sejenis Pengunci ke Tanah) , ini berguna agar ATM ini tidak bisa diangkat, apabila di angkat maka lantai mesti dirusak terlebih dahulu
8. Mesin ATM Memiliki OPERATING SYSTEM di dalamna , umumna adalah Windows XP
ATM Juga memiliki banyak jenis2 Security atau sensor seperti :
1. Safe Door Lock (Sensor bila kunci kebuka)
2. Alarms Sensor
3. Seismic Detector
4. Jiiter (Menggetarkan kartu ketika masuk ke Mesin ATM untuk menghindari Skimming)
5. Blue Ink (jadi kalo ATM dibongkar paksa ntar otomatis uang yg di dalamna kena tinta biru jadi ga laku di pasaran karena semua pada tau kalau uang itu uang illegal)
6. Cash Handler Sensor(Sensor bila ada uang nyangkut di mesin)
7. Temperature Sensor ( Sensor bila temperature overheat)
8. Resi Print Sensor (Sensor bila kertas Resi Habis), dll.

Dalam kehidupan sehari-hari kita sudah tidak asing lagi dengan nama ATM (Automatic Teller Machine), apalagi bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan. Dengan perkembangan teknologi yang pesat saat ini transaksi apapun dapat dilakukan melalui ATM, mulai dari penarikan tunai, transfer, pemindah bukuan, pembayaran tagihan, bahkan setoran tunai maupun cetak buku dapat dilakukan di ATM. Nah, tahukah kamu bagaimana cara kerja sebuah mesin ATM? Yuk kita baca penjelasan selanjutnya…

Apakah dalam bayanganmu didalam ATM itu ada orang yang duduk, dan kalau ada yang mau ambil uang dihitung dulu setelah itu dikeluarkan kemudian diberi bukti penarikan? Tentu saja tidak seperti itu. Sebenarnya komponen ATM itu terdiri dari kotak ATM, tombol angka, layer monitor dan kamera (optional), yang biasa nampak dari luar. Sedangkan didalamnya terdiri dari satu unit computer CPU, key board, modem, kota uang, printer kecil dan card reader.

Cara kerja mesin ATM sangat sederhana dan mudah. Jika kamu ingin bertransaksi menggunakan ATM, kamu hanya tinggal memasukkan kartu ATMmu ke dalam mesin. Setelah kartu ATM dimasukkan kedalam mesin, maka kartumu akan dibaca oleh magnetic card reader yang ada didalam mesin. Fungsi dari magnetic card reader adalah sebagai pembaca dan penerima data. Setelah data dibaca, lalu data tersebut dikirim ke sistem komputerisasi bank.

Saat mesin berhasil membaca data dalam kartu ATM mu, maka mesin akan meminta nomor PIN (Personal Identification Number). PIN ini tidak terdapat di dalam kartu ATM melainkan kamu harus memasukkannya sendiri. Jadi jangan sampai lupa nomor PIN mu yah. Kemudian setelah kamu memasukkan PIN, maka data PIN tersebut akan diacak (di-encrypt) dengan rumus tertentu dan dikirim ke sistem komputerasi di bank yang bersangkutan. Pengacakan data PIN ini dimaksudkan agar data-datamu tidak bisa terbaca oleh pihak lain.

Setelah data-datamu selesai diproses di sistem komputer bank, maka data-datamu akan dikirim kembali ke ATM. Dan kamu akan mendapatkan apa yang kamu minta di mesin ATM tersebut seperti uang tunai, cek saldo, transfer tunai, dan sebagainya.

Pada sebuah kartu ATM terdapat garis yang dinamakan Magnetic Chip. Magnetik Chip tersebut mempunyai fungsi sebagai sensor pendeteksi identitas pemilik kartu ATM. Magnetic Chip sangat sensitif dengan berbagai keadaan, contohnya apabila Magnetic Chip tergesek oleh sebuah benda maka Magnetic Chip tersebut akan kehilangan fungsinya.

Ada dua hal penting yang harus dijaga agar transaksimu di ATM aman, yaitu: Kartu ATM dan PIN. Kedua perangkat ini saling berhubungan erat, sehingga kamu harus selalu ingat nomer PIN mu dan menjaga agar kartu ATM mu tidak hilang. Oh iya, untuk menjaga keamanan, jangan pinjamkan Kartu ATMmu kepada orang lain untuk kepentingan apapun. Simpanlah Kartu ATMmu pada tempat-tempat yang aman dan tidak mudah dijangkau orang lain.


Flowchart dan Algoritma 
Berikut adalah kejadian dimana pengambilan uang pada ATM berjumlah Rp.100.000 sedankan mesin hanya menyediakan uang Rp.50.000
1. Pergi ke ATM.
2. Masukkan kartu ATM ke mesin ATM
3. Memilih bahasa yang digunakan
4. Memasukkan kode PIN
5. Memilih jenis transaksi,yaitu tarik tunai
6. Memilih jumlah yang akan diambil
7. Mengambil struk dan kartu ATM kita.


Jadi,pada penjelasan di atas adalah. Pertama tama kita pergi ke ATM terdahulu, setelah itu kita masukkan kartu ATM milik kita. Naahh, kemudian kita pilih bahasa dulu, anggap saja kita pilih bahasa Indonesia.
Setelah kita memilih bahasa Indonesia, kita Inputkan Nomor PIN ATM kita. Jangan sampai salah. Jika salah maka proses transaksi akan gagal. Jika PIN benar,maka masuk proses selanjutnya, yaitu memilih untuk jenis transaksi, kita pilih proses untuk penarikan uang.
Setelah menuju proses penarikan uang,saatnya menginputkan berapa nominal yang kita inginkan, tapi melalui kelipatan 50000, karena mesin hanya menyediakan 50000 saja. Setelah selesai,maka akan masuk proses di mana nominal yang kita inginkan adalah dibagi dengan uang 50000. contoh : 100000/50000=2 lembar uang 50000. Jika selesai,ambil uangnya,dan kemudian apakah anda ingin melakukan transaksi lagi? Jika tidak,pilih No, jika Yes pilih Yes.
Jika tidak,maka struk akan dicetak, dan ambil struk dan ATM.
Jika ya,maka kembali ke awal.


Semoga Postingan ini Bermanfaat
Mohon maaf apabila ada postingan yang tidak berkenan
Terima Kasih

Daftar Pustaka
http://dark-go.blogspot.com/2013/09/flowchart-dan-algoritma-menarik-uang-di.html
http://www.engineeringtown.com/kids/index.php/kamu-harus-tahu/68-cara-kerja-mesin-atm
http://jurankc0de.wordpress.com/2010/11/02/komponen-mesin-atm/

TUGAS 2


TRANSISTOR


 Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.


 Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Kolektor (C). Tegangan yang di satu terminalnya misalnya Emitor dapat dipakai untuk mengatur arus dan tegangan yang lebih besar daripada arus input Basis, yaitu pada keluaran tegangan dan arus output Kolektor.

 Transistor merupakan komponen yang sangat penting dalam dunia elektronik modern. Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (penguat). Rangkaian analog melingkupi pengeras suara, sumber listrik stabil (stabilisator) dan penguat sinyal radio. Dalam rangkaian-rangkaian digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi. Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, memori dan fungsi rangkaian-rangkaian lainnya.



Transistor through-hole (dibandingkan dengan pita ukur sentimeter)

Cara kerja transistor

Dari banyak tipe-tipe transistor modern, pada awalnya ada dua tipe dasar transistor, bipolar junction transistor (BJT atau transistor bipolar) dan field-effect transistor (FET), yang masing-masing bekerja secara berbeda.
Transistor bipolar dinamakan demikian karena kanal konduksi utamanya menggunakan dua polaritas pembawa muatan: elektron dan lubang, untuk membawa arus listrik. Dalam BJT, arus listrik utama harus melewati satu daerah/lapisan pembatas dinamakan depletion zone, dan ketebalan lapisan ini dapat diatur dengan kecepatan tinggi dengan tujuan untuk mengatur aliran arus utama tersebut.
FET (juga dinamakan transistor unipolar) hanya menggunakan satu jenis pembawa muatan (elektron atau hole, tergantung dari tipe FET). Dalam FET, arus listrik utama mengalir dalam satu kanal konduksi sempit dengan depletion zone di kedua sisinya (dibandingkan dengan transistor bipolar dimana daerah Basis memotong arah arus listrik utama). Dan ketebalan dari daerah perbatasan ini dapat diubah dengan perubahan tegangan yang diberikan, untuk mengubah ketebalan kanal konduksi tersebut.

Jenis-jenis transistor


Secara umum, transistor dapat dibeda-bedakan berdasarkan banyak kategori:
  • Materi semikonduktor: Germanium, Silikon, Gallium Arsenide
  • Kemasan fisik: Through Hole Metal, Through Hole Plastic, Surface Mount, IC, dan lain-lain
  • Tipe: UJT, BJT, JFET, IGFET (MOSFET), IGBT, HBT, MISFET, VMOSFET, MESFET, HEMT, SCR serta pengembangan dari transistor yaitu IC (Integrated Circuit) dan lain-lain.
  • Polaritas: NPN atau N-channel, PNP atau P-channel
  • Maximum kapasitas daya: Low Power, Medium Power, High Power
  • Maximum frekuensi kerja: Low, Medium, atau High Frequency, RF transistor, Microwave, dan lain-lain
  • Aplikasi: Amplifier, Saklar, General Purpose, Audio, Tegangan Tinggi, dan lain-lain
Transistor sebagai penguat Amplifier


Berikut Cara Menghitung VCE Pada Transistor Menggunakan Flowchart

 Sumber : 

http://id.wikipedia.org/wiki/Transistorhttp://namakuvee.wordpress.com/2013/06/30/penggunaan-procedure-pada-program-pascal-untuk-menghitung-nilai-vce-pada-transistor/

Kamis, 03 April 2014

Kunci Pintu Digital dengan Sistem Keamanan Berbasis SMS

Kunci memegang peranan penting di dalam sebuah sistem keamanan. Sistem kunci pintu baik rumah maupun perkantoran yang ada sekarang ini sebagian besar masih menggunakan kunci mekanik konvensional. Perkembangan teknologi digital memberikan solusi dalam sebuah sistem kunci sebagai pengaman yang lebih baik.  Salah satu sistem keamanan elektronis yang dirancang untuk memberikan solusi keamanan saat rumah ditinggalkan oleh pemiliknya, yaitu“Kunci Pintu Digital dengan Sistem Keamanan Berbasis SMS”.
Sistem ini menggunakan password sebagai keyword untuk membuka kunci. Kelebihan dari sistem ini adalah pemilik dapat mengunci ataupun membuka pintu dari jarak jauh hanya dengan mengirimkan sms, sehingga pemilik akan lebih mudah karena tidak perlu datang untuk mengunci.
Perancangan Hardware
Perancangan sistem kunci digital dengan keamanan berbasis SMS ini diusahakan menggunakan piranti seminimal mungkin agar spesifikasi dari ukuran sistem dapat diterapkan pada objek sesungguhnya. Sistem yang dirakit terdiri atas sebuah ponsel, motor penggerak, LCD, keypad, sensor-sensor dan sistem kendali. Berikut blok diagram sistem ini :
blok diagram kunci otomatis dg sms
Sistem kunci pintu digital ini menggunakan motor sebagai penggerak utama gembok sehingga pintu dapat dikunci atau dibuka. Motor ini akan dihubungkan dengan driver yang dapat dikendalikan oleh mikrokontroler. Mikrokontroler sebagai otak/pengendali utama yang mendapat masukan dari keypad maupun HP sistem untuk mengendalikan motor penggerak gembok pintu. Display akan menampilkan angka-angka masukan. Sistem kendali menggunakan mikrokontroller ATMega8535 yang masih merupakan keluarga mikrokontroller AVR. Mikrokontroler ini adalah 8-bit CMOS yang memiliki 512 byte Flash Rom yang dapat langsung diprogram dan juga dihapus dan 512 byte EEPROM sebagai penyimpan password serta instruksi yang kompatibel dengan keluarga AVR.
Komunikasi antara mikrokontroller dengan handphone sistem menggunakan kabel data dengan standard RS-232. Untuk mengubah level tegangan TTL mikrokontroler menjadi level tegangan RS-232 handphone menggunakan IC MAX-232. Password yang dimasukan akan diproses dan dicocokan oleh mikrokontroler. Apabila password yang dimasukan cocok maka kunci akan terbuka.
LCD berfungsi untuk menampilkan informasi apa yang sedang dikerjakan oleh sistem kendali. Selain itu LCD juga berfungsi untuk penampil saat memasukkan password, penggantian password atau informasi status sistem.
Pada sistem ini juga terdapat 3 buah sensor untuk keamanan yaitu berupa sensor ultrasonik untuk pendeteksi adanya penyusup, smoke detector untuk pendeteksi adanya kebakaran dan sensor TGS2610 untuk pendeteksi adanya kebocoran gas LPG. Tanda bahaya dari tiap jenis sensor akan mengirimkan SMS yang unik ke handphone user.
Berikut gambar sistem yang terdiri dari komponen minimal yakni, mikrokontroler, handphone, LCD, keypad, dan motor.
gambar sistem kunci otomatis
Author : Lingga Wardhana
Referensi :
  • Eko, Agfianto., 2002, Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55 Teori dan Aplikasi, Gava Media, Yogyakarta.
  • Khang, Bustam, 2002, “Trik Pemrograman Apilkasi Berbasis SMS”, Elex Media Komputindo, Jakarta.

Minggu, 30 Maret 2014

Fungsi ALU dan CU

Fungsi ALU dan CU 

ALU( Arithmetic And Logic Unit ) adalah salah satu bagian dalam dari sebuah mikroprosesor  yang berfungsi untuk melakukan operasi hitungan aritmatika  dan logika . Contoh operasi aritmatika adalah operasi penjumlahan dan pengurangan, sedangkan contoh operasi logika adalah logika AND dan OR. 
Tugas utama dari ALU (Arithmetic And Logic Unit) adalah melakukan semua perhitungan aritmatika atau matematika yang terjadi sesuai dengan instruksi program. ALU melakukan operasi aritmatika yang lainnya. Seperti pengurangan, pengurangan, dan pembagian dilakukan dengan dasar penjumlahan. Sehingga sirkuit elektronik di ALU yang digunakan untuk melaksanakan operasi aritmatika ini disebut adder. ALU melakukan operasi arithmatika dengan dasar pertambahan, sedang operasi arithmatika yang lainnya, seperti pengurangan, perkalian, dan pembagian dilakukan dengan dasar penjumlahan. sehingga sirkuit elektronik di ALU yang digunakan untuk melaksanakan operasi arithmatika ini disebut adder. Tugas lalin dari ALU adalah melakukan keputusan dari operasi logika sesuai dengan instruksi program.

Unit kendali (Control Unit )
 adalah salah satu bagian dari CPU yang bertugas untuk memberikan arahan/kendali/ kontrol terhadap operasi yang dilakukan di bagian ALU (Arithmetic Logical Unit) di dalam CPU tersebut. Output dari CU ini akan mengatur aktivitas dari bagian lainnya dari perangkat CPU tersebut. 
Tugas dari CU adalah sebagai berikut: 
*Mengatur dan mengendalikan alat-alat input dan output. 
*Mengambil instruksi-instruksi dari memori utama. 
*Mengambil data dari memori utama kalau diperlukan oleh proses. 
*Mengirim instruksi ke ALU bila ada perhitungan aritmatika atau perbandingan logika serta mengawasi 
  kerja. 
*Menyimpan hasil proses ke memori utama. 



Blok Diagram dari Intel 8086


8086 CPU dibagi menjadi dua unit fungsional independen:
·         Bus Interface Unit (Biu)
·         Unit Pelaksana (EU)
Blok daigram dari Intel 8086
Gambar. 1: Blok Diagram dari Intel 8086


Fitur 8086 Microprocessor:
·         Intel 8086 diluncurkan pada tahun 1978.
·         Ini adalah pertama 16-bit mikroprosesor.
·         Mikroprosesor ini memiliki perbaikan besar kecepatan eksekusi dari 8085.
·         Ini tersedia sebagai 40-pin Dual-Inline-Package (DIP).
·         Ini tersedia dalam tiga versi:
o    8086 (5 MHz)
o    8086-2 (8 MHz)
o    8086-1 (10 MHz)
·         Ini terdiri dari 29.000 transistor.
·          
Bus Interface Unit (Biu) 
Fungsi Biu adalah:
·         Mengambil instruksi atau data dari memori.
·         Menulis data ke memori.
·         Menulis data ke port.
·         Membaca data dari port.
·          
Instruksi Antrian
1.    Untuk meningkatkan kecepatan eksekusi, Biu menjemput sebanyak enam instruksi byte ke depan untuk waktu dari memori.
2.    Semua enam byte kemudian diadakan di pertama keluar pertama 6 byte register yang disebut instruksi antrian.
3.    Kemudian semua byte harus diberikan kepada Uni Eropa satu per satu.
4.    Ini operasi pengambilan data pra Biu mungkin secara paralel dengan operasi pelaksanaan Uni Eropa, yang meningkatkan kecepatan eksekusi instruksi.
5.     
Unit Pelaksana (EU) 
Fungsi Unit eksekusi adalah:
·         Untuk memberitahu Biu mana untuk mengambil instruksi atau data dari.
·         Untuk memecahkan kode instruksi.
·         Untuk melaksanakan instruksi.
Uni Eropa berisi sirkuit kontrol untuk melakukan berbagai operasi internal. Sebuah decoder di Uni Eropa menerjemahkan instruksi memori diambil untuk menghasilkan sinyal kontrol internal atau eksternal yang berbeda yang dibutuhkan untuk melakukan operasi. Uni Eropa memiliki 16-bit ALU, yang dapat melakukan operasi aritmatika dan logika pada 8-bit serta 16-bit.
Register General Purpose of 8086 
Register ini dapat digunakan sebagai register 8-bit secara individu atau dapat digunakan sebagai 16-bit pada pasangan untuk memiliki AX, BX, CX, dan DX.
1.    AX Register: AX register juga dikenal sebagai akumulator register yang menyimpan operan untuk operasi aritmatika seperti dibagi, memutar.
2.    BX Register: Register ini terutama digunakan sebagai base register. Ini memegang lokasi dasar mulai dari daerah memori dalam segmen data.
3.    CX Register: Ini didefinisikan sebagai counter. Hal ini terutama digunakan dalam instruksi loop untuk menyimpan loop counter.
4.    DX Register: DX register digunakan untuk menampung I / O alamat port I / O instruksi.

Register Segmen 
Register tambahan yang disebut register segmen menghasilkan alamat memori bila dikombinasikan dengan lainnya dalam mikroprosesor. Pada 8086 mikroprosesor, memori dibagi menjadi 4 segmen sebagai berikut:

Perintah dasar dari pemrograman BGC-8088

Perintah dasar dari pemrograman BGC-8088
A (assemble) 
Perintah ini digunakan untuk memulai menulis program kemomory BGC-8088
bentuk umum : A
Contoh: A100

U (unassemble)
Perintah ini digunakan untuk melihat kembali program yang telah di assemble ke memory BGC-8088
bentuk umum : U
contoh : U100

E (enter)
Perintah ini digunakan untuk memasukan data ke suatu alamat memory
Bentuk umum : E,,....
Contoh :
E200,0f,34,5A,86
E200, 'contoh string'

G  (go)
Perintah ini digunakan untuk mengeksekusi program yang telah di assemble pada suatu alamat memory sampai baris program int85
Bentuk umum : G
Contoh : G100

T (trace)
Perintah ini digunakan untuk mengeksekusi program perbaris, T juga akan menampilkan register-register pada BGC-8088
Bentuk umum : T
Contoh : T100

MOV
Perintah MOV digunakan untuk menyalin nilai sesuatu sumber ke suatu register tujuan
Bentuk umu : ,
Contoh : MOV AX,55AA

INT85
Perintah ini digunakan untuk mengakhiri suatu program atau mengeksekusi sebuah program 

INT84
Perintah ini digunakan untuk mencetak karakter kode ASCII yang tersimpan dalam register AL

BGC-8088 memiliki 14 register 16 bit antara lain: 
General Purpose Register (GPR)
yang termasuk GPR  :
AX (accumulator register) merupakan register 16 bit yang dapat dipisahkan menjadi 2 register 8 bit yaitu:
  • AH 8 bit MSB
  • AL 8 bit FSB